Kenapa ku harus menulis ?



Bisakah anda dapat menjawab pertanyaan diatas? Saya jamin anda bisa, karena anda memiliki akal dan fikiran untuk berfikir. Tunggu!! Tidak cukup itu, luangkan waktu anda sejenak dari ke 24 jam waktu anda untuk merenung dan memahami kenapa anda menulis, saya menulis tulisan ini, guru dengan senang hati menulis buku tentang ilmunya yang dicetak dan dibagikan keseluruh pelajar, taukah anda mengapa saya dan guru ingin menulis?

Silahkan untuk anda ketahui, bahwa saya menulis karena desakan yang mengharuskan saya menulis ini. Guru menulis tentang ilmunya agar para pelajar di seluruh negeri memiliki konsep yang sama tentang suatu ilmu, agar tulisannya bisa menjadi pegangan belajar dan pengingat saat lupa.

Tidak hanya sebatas tujuan-tujuan itu saja saya dan guru menulis, tapi masih ada tujuan dan kehendak di balik mihrab yang menutupi. Tahukah itu? Saya menulis ini karena saya ingin tumpahkan semua apa yang taksanggup kukatakan karena saya adalah generasi pemikir taksanggup saya berubah menjadi seorang public speaking. Guru menulis karena beliau ingin ilmunya dapat bermanfaat bagi para pelajar di pelosok negeri meski pada akhirnya bukunya juga malas dibaca oleh para pelajar-pelajar itu. Beliau ingin dengan dipakainya ilmunya pahalanya akan terus mengalir tiada henti. 

Satu hal yang memang sangat mempengaruhi jiwa para penulis yaitu fulus dan termahsyurnya nama sang penulis.  Jika hal ini sudah terjadi dan suatu saat ia tak mahsyur lagi dengan tulisannya, “sudahlah, tak ada guna saya menulis ini”.

Cukuplah disini saja, selanjutnya silahkan anda berfikir sendiri, mengapa aku atau anda  harus menulis? Sebab anda lebih jenius pemikirannya di banding saya yang selalu pusing dengan pemikiran para dosen dan bukuku.

Komentar