Berkarya di Perantauan



Drs Kustoro Budiarta ME, 
Dekan Fakultas Ekonomi UNIMED

(Harian SUMUTPOS)Sosok kali ini Drs Kustoro Budiarta ME. Perantau asal Jogjakarta ini mempersunting gadis asal Jogjakarta juga. Ia dan istri merantau di Medan sebagai abdi negara. Bila sang istri bertugas di Pemko Medan, Kustoro dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed).

KUSTORO Budiarto, merupakan cendikiawan muda Unimed yang menggagasi berdirinya Fakultas Ekonomi Unimed pada tahun 2005 lalu. Sebagai cendikiawan, ia ingin mengantarkan lembaga pendidikan yang dipimpinnya menjadi terkemuka di tanah air.

Modal utamanya dalam mewujudkan obsesinya dengan bekerja secara ikhlas. Bagaimana masa kecil, perjuangan meniti karir dan obsesi masa depan, diungkapkannya kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (10/11). 

Bagaimana kehidupan masa kecil Anda?

Saya lahir dan dibesarkan di Jokjakarta tepatnya di Kabupaten Gunung Kidul. Daerah itu termasuk tandus. Begitupun, saya melewati masa kecil dengan menyenangkan dengan kerja yang rutin, disiplin dan gigih. 

Kami selalu tertantang untuk berhasil apalagi orangtua memberikan didikan yang sangat ketat. Namun kami selalu diberi kebebasan sehingga hampir tidak pernah disuruh karena kami kerjakan masing-masing dengan kesadaran sendiri.  
Saya sekolah di SD Wonosari dan lulus pada tahun 1981. Selanjutnya meneruskan pendidikan di SMP Wonosari, tamat tahun 1983 dan SMA tamat tahun 1986. Kemudian kuliah di IKIP Negeri Jogjakarta tanpa testing.

Saya sempat tidak puas. Tahun 1987, saya coba mengikuti testing Sipenmaru dimana saya diterima di Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Sospol. Universitas Gadjah Mada (UGM). Orangtua memberi kebebasan saya untuk memilih satu karena masih ada tiga adik yang masih ditanggung biaya pendidikannya. Akhirnya, saya pilih melanjutkan pendidikan di IKIP Negeri Jogjakarta. 

Kenapa Anda memilih kuliah di IKIP Negeri Jogjakarta? 
Tentu karena sayang apabila uang kuliah selama setahun dibuang percuma. Pilihan ini sesuai dengan keinginan menekuni bidang bisnis dan akuntansi. 

Saya semula tidak terbayang menjadi dosen dan guru. Saya terpikir hanya ingin menjadi ilmuwan yang bermanfaat bagi orang lain. Sebab motto hidup saya, adalah hidup dengan ikhlas sehingga dalam berbuat sesuatu. Saya jadi ilmuwan bukan untuk saya sendiri, tapi juga untuk orang lain. 

Kapan Anda menjadi dosen?  
Alhamdullilah, pada semester III saya mendapat beasiswa. Saya lulus kuliah pada tahun 1991. Namun saya tak bisa melamar kerja karena ijazah ditahan pihak kampus. Ini disebabkan beasiswa yang diterima merupakan beasiswa ikatan dinas dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
Saya bisa mengambil ijazah apabila bisa menunjukkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Saya lulus tahun September 1991 dan Maret 1992 mendapat SK sebagai PNS. Saya tak menyangka menjadi dosen. 
Saya ditawari tiga pilihan, yakni ke Kopertis Jawa Timur, Politiekniks di Wilayah Indonesia Timur atau IKIP Medan. Mengingat backgrund saya dari IKIP, saya pun memilih bekerja di IKIP Medan dengan harapan ilmu saya dapat diterapkan.  

Apa perasaan Anda saat ditugaskan di Medan? 
Sebelumnya, saya belum pernah ke Medan. Saya tidak memiliki saudara dan famili. Niat saya sudah bulat, akan menjadi guru sesuai dengan keinginan saya untuk bermanfaat bagi orang lain.

Setelah ditugaskan ke Medan, jam 12 malam saya tiba di Medan dimana berangkat dari Jogja siang. Kelamaan proses transit. Tiba di Medan, langsung transit di Hotel Dhaksina tanpa ada yang jemput. Saat Salat Subuh di Jalan Puri, tak jauh dari hotel kebetulan bertemu dengan seorang teman. Ia pula mengajak saya, keliling Kota Medan termasuk ke kampus Unimed.

Saya ketemu dengan Satpam yang mengarahkan ketemu dengan Kepala Biro Administrasi Unimed, Darmansyah. Barulah saya ditempatkan di mess IKIP Medan selama sembilan bulan.  Di mess, juga ada beberapa dosen yang datang dari luar Sumatera. 
Kesan pertama melihat Medan, semrawut. Kotanya besar tapi kurang tertata dengan baik karena padat. Tapi saya heran, karena nggak ada kecelakaan karena ada kiat mengatasi masalah. Warganya nekat dan selalu siap dan lihai dalam mengerem. Dari sini, saya menarik kesimpulan bahwa dalam bidang lain, kita juga memiliki kiat dalam berorganisasi. 

Bagaimana perjalanan karir Anda di Unimed? 
Perjalanan karir bermula sebagai dosen biasa. Tahun 1995, kuliah lagi di Universitas Indonesia (UI) dengan konsentrasi Ilmu Keuangan selama 2 tahun enam bulan. Saya pilih UI, karena di sana merupakan lembaga pendidikan yang bagus dalam bidang ekonomi. 
Tamat kuliah September 1998, saya dipercaya menjadi Ketua Program Studi Pendidikan Tata Niaga pada Februari 1999 pada usia 34 tahun. Saya menjadi ketua program studi termuda saat itu. Tahun 2001, diangkat menjadi Ketua Jurusan Studi Manajemen Fakultas Ilmu Sosial Unimed dengan tugas antara merintis pendirian Fakultas Ekonomi Unimed.

Tahun 2005, lulusan perdana Jurusan Manajemen akan lulus. Kasihan nanti apabila mereka lulus dari Fakultas Ilmu Sosial. Sehingga pada 28 September 2005 dibentuk FE Unimed dimana saya menjadi Pembantu Dekan I menangani bidang akademik. Agustus 2007, saya dipercaya menjadi Dekan FE Unimed hingga tahun 2011. 

Apa Anda tak ingin melanjutkan jenjang pendidikan? 
Saya memang sedang melanjutkan pendidikan Strata-3 dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan. Ini saya ambil, karena sebagian besar waktu digunakan mengelola lembaga pendidikan. Karir sebagai ilmuwan tidak bisa, namun saya tak mau meninggalkan ilmu saya.  
Tahun 2008, saya sempat diterima untuk mengikuti program S-3 di Universitas Utara Malaysia. Mengingat jabatan yang tak bisa ditinggalkan, sehingga saya pilih kuliah di Indonesia. 

Apa target Anda sebagai Dekan FE Unimed? 
Saya ingi FE Unimed menjadi fakultas berbeda dengan FE lain dimana kita ingin menjadi fakultas yang dekat dengan masyarakat. Kita akan sentuh kebutuhan masyarakat berkaitan masalah ekonomi dan pendidikan. sesuai dengan peran FE Unimed menghasilkan sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi.  

Untuk mewujudkan hal ini, kita sudah beberapa kali melakukan survei dan riset ke masyarakat. Kita sudah membuat profil dari hasil survei dengan subjek masyarakat pesisir pantai guna melihat potensi ekonomi, wisata dan kondisi sosial masyarakat. 

Kita juga melakukan hal serupa pada daerah pariwisata seperti Berastagi, Pakpak, Tuktuk dan Tomok di Sumut untuk pengembangan pariwisata. Kita melakukan survei ke Berastagi, untuk melihat potensi pemasaran markisa sebagai produk unggulan di Indonesia, disamping Makassar. Kita juga membangun desa binaan di Serdang Bedagai. 

Kita juga melakukan kajian terhadap potensi Medan dengan andalan sektor informal. Kita ingin membangun kerja sama dengan berbagai instansi, asosiasi profesi, pengusaha dan sekolah. Rektor Unimed telah memberikan lampu hijau untuk membentuk UKM Centre di FE Unimed. 
Melalui kiprah ini, FE Unimed sebagai mediasi mendekatkan masyarakat dengan pemerintah sekaligus menjadi pendamping masyarakat. Profil dan data yang kita hasilkan, akan ditawarkan ke pemerintah untuk menuntaskan berbagai permasalahan. 

Kita ingin mencetak sarjana yang benar-benar dapat direkrut masyarakat agar tak mubazir. Kita ingin agar ilmu yang diraih para mahasiswa, bisa connect dengan lapangan kerja formal. Kita juga persiapkan agar lulusan FE Unimed mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan dengan adanya unit bisnis di Unimed. (dmp)

—-
Belajar dari Ketokohan Pahlawan

BERKAITAN dengan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, Drs Kustoro Budiarta ME, Dekan FE Unimed menyebut banyak nilai-nilai ketokohan pahlawan yang dapat dipedomani. Mereka itu, gigih, ikhlas, rela berkorban, jeli dan berani mengambil risiko. 

“Nilai-nilai ini perlu ditanamkan dalam keseharian dan bangku perkuliahan. Hal semacam ini sudah diterapkan di Unimed melalui keterampilan softskill menunjang kegiatan pembelajaran. Ke depan, mereka dapat berkompetisi dengan alumni dari Fakultas Ekonomi lain,” katanya. 
Ia mengakui, mahasiswa masih banyak kelemahan seperti nggak banyak komplain dan kurang tanggap. “Barangkali karena merasa lebih hemat. lebih mapan dan percaya diri,” katanya. 

Menurut dia, terkadang ini dianggap sombong. Ciri mahasiswa FE itu, pintar-pintar dan menjadi fakultas pilihan. Tapi kepintarannya, nggak ditunjukkan karena kurang kemampuan berkomunikasi. “Kalau nggak ditanya, nggak dijawab. Nah nilai-nilai semacam ini dapat digali dari ketokohan para pahlawan,” terangnya.   

Kustoro menambahkan, ke depan mahasiswa harus lebih banyak berkorban. Keberhasilan dalam membangun diri, keluarga dan bangsa, juga merupakan kepahlawan. “Kalau prinsip ini dapat kita wujudkan, kita tak akan kesulitan menjadi pekerja, pengusaha dan manajer. Kita harap mahasiswa dapat ikhlas dan bertanggung jawab. Tak sebatas mencari kerja juga dapat membuka lapangan kerja,” katanya.  

Kustoro juga mengemukakan kehidupan rumah tangganya dengan berharap istrinya, bisa mengatur kehidupan tak cuma dari sisi duniawi. “Anak-anak ada tiga orang. Mereka masih kecil-kecil dan belajar di sekolah yang menerapkan fullday school. Mereka didik oleh istri, karena keterbatasan waktu saya. Mereka pintar dan dapat mengikuti pola hidup orangtu menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah,’’ kata dia. 
Untuk sekolahnya, Kustoro berencana anaknya dapat melanjutkan pendidikan SMA dan kuliah ke Pulau Jawa. “Kebetulan keluarga banyak di sana, termasuk orangtua dan mertua. Mereka harus terbiasa dengan tantangan. Dari anak-anak, mereka harus ditantang untuk maju termasuk kehidupan jauh dari orangtua,’’ ucap menu favorit aneka tahu. 

Ia menambahkan, dalam mengisi waktu luang diisi dengan pergi berbelanja ke pasar bersama. Diawali dengan olahraga bersama di Lapangan Merdeka Medan. ‘’Terkadang membawa anak-anak bermain mandi bola atau berenang. Kami hampir tak pernah pergi makan diluar rumah karena besa selera. Lebih enak masak bersama,’’ ujar penyuka es dawet dan teh pahit. 

Kustoro menyebutkan sebagai dosen merasa puas karena dibutuhkan dan dihargai orang lain. “Bukan dipandang karena kita pintar. Untuk dukanya, relatif tidak ada meskipun guru ibarat pahlawan tanpa tanda jasa. Ada mahasiswa tak datang tepat waktu dan belajar dengan tak sungguh-sungguh,’’ jelas dia. (dmp)  


BIODATA

Nama 
Drs Kustoro Budiarta ME

Tanggal lahir 
Gunungkidul, 14 September 1968

Istri 
Wiwid Suryani SIp

Anak 
Alya Mulfita Arif 
Muhammad Noval 
Gina Nafsih

Alamat 
Jalan Dharmais I Medan Estate

Pekerjaan 
Dekan FE Unimed

Pendidikan 
-SD di Wonosari (1980) 
-SMP di Wonosari (1983) 
-SMA di Wonosari (1986) 
-Sarjana Pendidikan Akuntansi  Jogjakarta (1991) 
-Magister Ekonomi Konsentrasi Keuangan Universitas Indonesia (1998)

Riwayat Pekerjaan 
-Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi  Unimed (1992-sekarang) 
-Ketua Program Studi Pendidikan Tata Niaga     FIS Unimed (1999-2003)    
-Ketua Jurusan Studi Manajemen FE Unimed (2001-2005) 
-Pembantu Dekan I FE Unimed (2005-2007) 
-Dekan FE Unimed (2007-2011)

Pelatihan 
-Workshop Manajemen dan Akuntansi Keuangan Daerah di Banjarmasin (2004) 
-Narasumber Lokakarya Penyusunan Silabus Program Kuliah Kewirausahaan di Medan (2000) 
-Instruktur Pelatihan Ketrampilan Dasar Manajemen Usaha Kecil Mitra Binaan PT PLN Wilayah II Sumut di Medan (2000) 
-Narasumber Pelatihan Konsultasi Bisnis KBPK Kontak Bagi Dosen Unimed di Medan (2002) 
-Narasumber pelatihan penyusunan proposal magang kewirausahaan di Medan (2004) 
-Seminar nasional peranan BUMN di era otonomi daerah di Medan (2005) 
-Penyaji Workshop Pemberdayaan Koperasi Sebagai Alat Perekonomian Kerakyatan di Kalangan Perguruan Tinggi dan Masyarakat di Medan (2005) 
-Narasumber pelatihan tentang start awal bisnis, business plan dan manajemen usaha kecil di Medan (2005) 
-Penyaji pelatihan tentang peluang agribisnis dan pola pengembangan di Medan (2006) 
-Narasumber seminar nasional pengembangan wawasan mahasiswa tentang peluang dan tantangan dunia kerja dalam era globalisasi di Medan (2007). 
-Pembicara seminar kewirausahaan proses dan kiat mengembangkan wirausaha dalam perekonomian global di Medan (2007) 
-Pemakalah seminar nasional pasar modal sebagai alternatif investasi di Medan (2007). 
-Pembicara seminar internasional total quality management in educations di Medan (2008) 
-Pembicara seminar  nasional menuju keluarga yang berkualitas melalui penuntasan wajib belajar 9 tahun di Medan (2008) 
-Pembicara seminar  entrepreneurship program for economic student di Medan (2009) 
-Pembicara seminar internasional Methodology in Educational Management di Medan (2009)

Penelitian dan Publikasi Ilmiah 
-Participative Budgeting (Pengaruh Pay Scheme dan Assymmetry Information terhadap Slack Anggaran dan Prestasi)-Jurnal Sistem Teknik Industri (2003) 
-Manajemen Dunia Usaha (Sebuah kerangka Pikir Mendirikan Perusahaan kecil)-Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2005) 
-Faktor-faktor  yang  Mempengaruhi  Pembelian Konsumen  di Pasar Tradisional dan Pasar Swalayan di Kota Medan -Jurnal PLANS (2006) 
-Pengaruh Struktur Modal dan Resiko Usaha Terhadap Nilai Perusahaan Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (2007) 
-Pola Pengembangan Model Pembinaan  dan Strategi Kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Sumut (2007 dan 2008) 
-Analisis Variabel Yang Mempengaruhi  Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur di BEI- Jurnal Telaah Akuntansi (2007) 
-Kontribusi Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja UKM dan Koperasi-Jurnal Mediasi (2009) 
-Aspirasi Buruh Bangunan Terhadap Keputusan bekerja – Jurnal Bisnis dan Manajemen (2009) 
-Pengembangan Model Kelembagaan Mitra Usaha Sektor Agribisnis Pada Komoditas Markisa di Sumut (2009)

Pengabdian Masyarakat: 
-Rancang bangun alat pemutar keramik sistem paralel pada industri kecil pengrajin keramik langgeng (2003) 
-Teknologi penyediaan air bersih di Kota Rantang (2004) 
-Program  pendampingan koperasi bagi usaha kecil di Batang Kuis menuju sentra industri – tahun 2001 s/d 2005 
-Instruktur Bidang Ekonomi dan Bisnis pada kegiatan magang bagi guru SMP/SMA se-Sumut (2005) 
-Instruktur Bidang Ekonomi dan Bisnis pada kegiatan magang guru MTs dan MA se-Sumut (2003-2006) 
-Instruktur Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG) (2008-2011)

http://www.hariansumutpos.com/arsip/?p=18451

Komentar