Banyak Remaja Medan Kena IMS

Banyak remaja di Kota Medan yang masih duduk di bangku sekolah sudah terjangkit infeksi menular seks (IMS). Berdasarkan data di RSU Pirngadi Medan setidaknya lima remaja pada 2010 sudah terinfeksi, rentang usia 15 hingga19 tahun. Sedangkan di Klinik IMS, Jalan Veteran, Medan, terdapat 25 remaja yang menderita IMS periode yang sama.

Pesatnya perkembangan hidup di kota metropolitan membuat, kebanyakan masyarakat sering bergonta-ganti pasangan. Akibat dari tindakan tersebut penderita IMS, seperti gonore (kencing nanah), sipilis, dan kondiloma (jengger ayam) bertambah.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Iwan Fahri Rangkuti Sp KK mengatakan, orang yang sering gonta-ganti pasangan cenderung kenaIMS. Tidak hanya itu, orang-orang yang mempunyai kelainan seks, seperti gay dan lesbian juga tidak aman dari penyakit ini.

"IMS merupakan gerbang HIV/Aids dan harus diwaspadai," katanya, Senin (10/1). Irwan mengakui, setiap bulan menerima pasien gonore tujuh hingga 10 orang. Sedangkan pasien kondiloma, empat hingga lima orang sebulan.

"Setiap bulan ada saja, namun pada Januari ini belum ada remaja yang mengeluh dan berobat ke sini. Sebab, selain di Pirngadi banyak klinik IMS yang lain," ucapnya. Irwan menjabarkan, umumnya pasien yang kena IMS, yang paling gampang ditandai para lelaki.

Karena, lelaki yang kena penyakit gonore ketika buang air kecil selalu kesakitan karena keluar darah dan nanah kental. Sedangkan untuk penyakit kondiloma, biasanya di batang kelamin pria timbulnya kutil. Sedangkan wanita terkena IMS ditandai keputihan dan sakit ketika hendak buang air kecil. "Parahnya lagi, efek penyakit ini kemandulan, selain menuju gerbang HIV," katanya. Sedangkan untuk pasangan upnormal, seperti homoseksual pada bagian anusnya akan mengalami infeksi.

Untuk pasangan lesbian yang cenderung menggunakan vibrator akan menyebabkan luka pada kulit yang sensitif, sehingga menyebabkan infeksi. Ia mengatakan, biasanya para remaja takut mengakui mereka terjangkit IMS. "Remja yang datang biasanya malu, untuk mengungkapkan mereka sudah terjangkit. Tapi karena didesak mereka mengakui sudah terjangkit," katanya. Ia memperkirakan di Kota Medan banyak remaja yang terjangkit IMS.

Hal senada juga diucapkan dokter spesialis Kelamin di klinik IMS, Jalan Veteran, Yulia Maryani. Setidaknya pada 2010 saja terdapat 25 pasien IMS untuk usia remaja. "Pada 2010 saja 25 orang yang terjangkit IMS dan masih mungkin bertambah. Sebab di Medan setidaknya ada tiga klinik IMS, seperti di Jalan Veteran ini, Puskemas Teladan dan Klinik Bestari Petisah," ucapnya.

Ia mengatakan, di Klinik Veteran, biasanya remaja tidak pernah malu untuk berobat. "Biasanya mereka datang memakai pakain seragam sekolah dan tidak ada rasa malu," ucapnya. Para remaja tersebut kena IMS gara-gara. Bahkan, ada kolam renang di Kota Medan yang menjadi tempat transaksi mereka. Pantauan Tribun di rumah sakit tersebut, tampak beberapa waria dan wanita berada di tempat tersebut dan mereka semua merasa nyaman. (ari)

Pendidikan Sek Sejak Dini
TINGGINYA jumlah remaja kena infeksi menular seks IMS di Kota Medan menunjukan bahwa, prilaku remaja saat ini sudah sangat kebablasan. Hal tersebut membuat orangtua harus lebih waspada dan lebih sering melakukan dialog dengan anak.

"Sudah sangat perlu saat ini dilakukan pendidikan seks. Sehingga anak atau remaja cepat mengenal dan tidak kebablasan," ucapnya Ketua Perhimpunan Psikologi Sumatera Utara Ramadhani Hidayatin Sukatendel, Senin (10/1).

Angka-angka penderita IMS di RSU Pringadi Medan dan Klinik IMS menujukkaan sudah sangat perlu pendidikan pengenala reproduksi. Sebab, saat ini bisa dibilang sudah sangat kritis perkebangan remaja. Tidak hanya itu, saat ini remaja sudah sangat kebablasan dengan gaya berpacaran yang sangat kebablasan.

Saat ini saja sudah banyak remaja yang melacurkan diri. Tentunnya hal tersebut sudah sangat rentan.
"Kita tidak bisa menyalahkan remaja. Sebab, seharusnya mereka sudah mendapatkan pendidikan seks sejak dini agar mereka akan tahu akibatnya. Perlu diingat IMS merupakan gerbang HIV Aids, dan apakah kita tidak kasihan melihat mereka harus menghabiskan masa remaja seperti itu," ucapnya.(ari)(*).

Komentar