Salam Kerinduan Cinta Ketika di Merapi

Salam Kerinduan Cinta
Ketika di Merapi


wahai angin sampaikan salamku padanya

tanyakan panya apakah dia masih mau berjumpa denganku?
apakah ia msih memikikan diriku?
bukankah telahku korbankan kebahagiaanku demi dirinya?
hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara dipadang keriangan orng lain

wahai kesegaran pgi yang murni dan indah!
maukah engkau menyampaikan salam rindu pada kekasihku
belailah rambutnya yang hitam ikal mengkilau
untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku

wahai angin, maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku
sebagai pelepas rindu
sampaikan pada gadis yang memikat hati ini
betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya
hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan

aku merangkak melintasi merapi yng panas tak tentu
tubuh berbalut debu dan darah menetes
air mataku pun telah kering
karena selalu meratap dan merindukannya

duhai semilir angin pagi, bisikkan dngan lembut salamku
sampaikan padanya pesanku ini

hatiku telah dikuasai oleh pesona jiwamu
rupawanmu menusik hatiku laksana anak panah
hingga sayap yang sudah pata ini tidak mungkin dapat terbang

berbagai bunga warna - warni menjadi layu dan lesu dan mati
karena cemburu pada rupa parasmu yang bersinar
engkau laksana dewi dalam gemilang cahaya
surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yng engkau miliki
karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal dibumui

dirimu selalu dalam pandanganku
siang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpi
hanya untukmu seorang jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran

jeritanku menembus cakrawala
memanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbu
tahukah engkau, tahi lalat dipipi kirimu seperti sihir yang tak bisa aku hindari
ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku untuk selalu mengenangmu

membuat insan yang lemah ini tidak lagi mempunyai jiwa
karena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu yang memabukkan
jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikan

dan demi rasa cintaku yang mendalam
aku rela berada dipuncak gunung merapi seorang diri
berteman lapar dan menahan dahaga
wahai kekasiihku, hidupku yang tidak berharga ini suatu saatakan lenyap
tetapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya dihatiku

Komentar