Objek Wisata Alam

Tugas Kelompok II Manajemen Usaha Perjalan Wisata
Kelas B Reguler Administrasi Perkantoran 2008


Elviana J. Damanik (708 114 116)

Godpri H. Manik (708 114 138)

Muhammad Ikhsan Rkt (708 114 204)

Irene R. Ginting (708 114 154)

Ronnyta M.S. Situmorang (708 114 227)

Sara Dossantos Tambunan (708 114 245)

Tri Lola Br. Kaban (708 114 279)

Corry Elizabeth N. (708 114 085)

Dyanti SR. Butar – Butar (708 114 107)


Objek Wisata Alam Brastagi

Brastagi adalah sebuah kecamatan di dalam Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Brastagi merupakan salah satu objek wisata dan tempat peristirahatan di dataran tinggi Karo yang sejuk. Berjarak 50 km, Brastagi dapat dicapai dengan perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Medan. Brastagi diapit oleh 2 gunung berapi aktif di dataran tinggi Karo yaitu Gunung Sibayak dan Sinabung.

Berastagi adalah tujuan wisata utama di Tanah Karo yang terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Brastagi merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki fasilitas lengkap di Tanah Karo, seperti hotel berbintang, restoran, golf dan lain-lain sampai kepada hotel yang tarifnya relatif dapat terjangkau. Brastagi juga dikenal dengan julukan kota Markisa & Jeruk Manis .

Dari kota Markisa & Jeruk Manis Berastagi, para pengunjung akan menikmati pemandangan yang indah ke arah pegunungan yang masih aktif, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung.

Untuk mendaki gunung Sibayak diperlukan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di pegunungan tersebut atau perlu waktu 3 sampai 4 jam perjalanan di hutan untuk melihat kekayaan alam di dalamnya baik flora maupun fauna di sekitar hutan tersebut.

Objek-objek wisata terkenal di Brastagi:

Hotel-hotel penginapan di Brastagi:

  • Sibayak International
  • Rose Garden
  • Sinabung International
  • Rudang Hotel
  • Mutiara
  • Bere Karona Hotel
  • Bukit Kubu Hotel
  • Danau Toba Int'l Cottage
  • Brastagi Cottage
  • G.M Panggabean International
  • Brastagi Mega View
  • Danau Toba Hotel
  • Torong Inn Hotel

Selain buah - buahan, Berastagi juga terkenal sebagai penghasil berbagai jenis sayur - sayuran, buah - buahan dan bunga - bunga. Di kota Berastagi dilaksanakan beberapa peristiwa pariwisata antara lain Pesta Bunga Buah dan festival kebudayaan Pesta Mejuah - juah yang diadakan setiap tahun. Tanah Karo juga memiliki tradisi yang telah turun temurun dilakukan yaitu Kerja Tahun yang diselenggarakan setiap tahun oleh orang - orang Karo yang tinggal di daerah tersebut ataupun yang sudah merantau datang kembali ke perkampungan yang memiliki hubungan keluarga untuk saling berkunjung dan bersilaturahmi.

Objek Wisata Alam Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba di Sumatera Utara. Suatu pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Samosir menjadi kabupaten pada Januari 2004. Sebelumnya, pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Toba Samosir. Terdiri atas 9 kecamatan, yaitu Pangururan (Ibu Kota Kabupaten), Harian, Sianjur Mulamula, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ronggur Nihuta, Simanindo, dan Sitio-Tio. Masing-masing kecamatan memiliki objek wisata, yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai tambah bagi pulau yang berpenduduk 131.000 jiwa. Namun, sayang potensi wisata itu belum dikelola maksimal.

Pengelolaan Samosir sebagai Daerah Tujuian Wisata masih jauh dari optimal. Pegunungannya yang gundul terlihat di berbagai tempat di lokasi di kabupaten itu. Cuaca yang terik akhir-akhir ini semakin mengesankan kegersangan di tanah asal Suku Batak ini. Kondisi yang gersang dengan mata pencaharian utama bertani serta akses yang kurang membuat Samosir kurang berkembang dibanding tempat wisata lain. Tidak mengherankan, penduduk setempat banyak yang merantau ke luar Samosir. Menurut Bupati Samosir Mangindar Simbolon, sebagian besar lulusan SMA meninggalkan Samosir untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik.
Akses yang kurang menjadi satu dari sekian banyak hal yang menghambat perkembangan wisata di Samosir. Untuk mencapai pulau ini cukup memakan waktu. Perjalanan Jakarta ke Medan memakan waktu dua jam penerbangan, dilanjutkan dengan perjalanan darat memakan waktu empat jam dari Medan ke Parapat, dan menggunakan kapal feri 45 menit dari Dermaga Ajibata, maka seorang wisatawan membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam. Waktu tempauh 45 menit akan lebih singkat menjadi 10 menit bila menggunakan speed boat.

Pulau Samosir diyakini sebagai daerah asal orang Batak. Pasalnya, di pulau ini tepatnya di Pusuk Buhit Kecamatan Sianjur Mulamula merupakan asal orang Batak. Pusuk Buhit merupakan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan Danau Toba. Perbukitan ini dipercaya sebagai alam semesta atau “Mulajadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa) menampakkan diri. Di kecamatan ini ada Desa Sianjur Mulamula yang merupakan perkampungan pertama kelompok masyarakat Batak.

Desa ini berada di kaki bukit Pusuk Buhit. Di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Sebagai informasi, sebutan Raja Batak bukan karena posisi sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan keturunan Batak terhadap nenek moyang Suku Batak. Informasi yang beredar menyebut, Raja Batak berasal dari Thailand melalui Semenanjung Malaysia, Sumatera hingga tiba di Sianjurmulamula. Informasi lain menyebut Raja Batak berasal dari India melalui daerah Barus atau Alas Gayo hingga sampai ke Danau Toba.

Di perkampungan Sianjurmulamula, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng. Rumah Batak asli atapnya dari ijuk. Di atas perkampungan terdapat wisata Batu Hobon. Batu ini merupakan peti terbuat dari batu yang dibuat oleh keturunan Raja Batak, Saribu Raja yang merupakan pandai besi ratusan tahun lalu. Di dalam peti batu ini disimpan kekayaan Saribu Raja, yang oleh masyarakat setempat saat ini tak seorang pun berhasil membuka tutup peti. Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, aharimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.


Objek Wisata Alam Bukit Gundaling

Bukit Gundaling, adalah salah satu obyek wisata di Berastagi, yang berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Berastagi. Bukit yang memiliki ketinggian 1575 dari permukaan laut, ini sangat nyaman sebagai tempat rekreasi keluarga. Dari atas bukit ini pula kita dapat menikmati panorama gunung berapi Sibayak dan Sinabung.

Untuk mencapai bukit ini dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sado. Di bukit ini terdapat taman yang indah, tempat bersantai dan sarana jalan setapak untuk olahraga yang mengitari puncak bukit Gundaling.

Dari kota Medan ke arah Brastagi berjarak kurang lebih 66 km. Dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi dan bus umum yang memerlukan waktu sekitar 2 jam. Di hari besar dan liburan, biasanya memerlukan waktu yang lebih lama, kemacetan. Namun, Pemprovsu sudah berusaha mengantisipasinya dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Sumut tentang larangan atau pembatasan truk melintas di jalur wisata Medan-Berastagi.

Objek Wisata Alam Lau Sidebuk-debuk

Salah satu lokasi pemandian air panas di Desa Semangat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Bila masyarakat di Sumatera Utara berbicara objek wisata tentang pemandian air panas, tak pelak lagi arah pembicaraan pasti menuju Taman Wisata Alam (TWA) Lau Sidebuk-Debuk. Objek wisata yang satu ini memang tidak asing lagi di telinga wisatawan. Umumnya, mereka yang sudah berkunjung ke Berastagi sudah memiliki agenda wajib untuk singgah di objek wisata yang terletak di kaki Gunung Sibayak ini, yang berjarak 10 km dari Berastagi, lebih kurang 58 km arah Selatan Kota Medan dan memiliki ketinggian sekitar 2.100 km dari permukaan laut.

Mata air panas yang muncul melalui retakan dari aliran lava di daerah selatan lereng gunung api Sibayak ini dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti penyakit eksim dan gatal-gatal yang sering dibuat sebagai pengganti mandi sauna. Bahkan penderita penyakit kulit menahun dan sulit disembuhkan, banyak yang mengaku kembali sehat setelah mandi dengan air belerang tersebut. Pemandian air panas ini ramai dikunjungi wisatawan di hari libur nasional. Puncaknya, pada malam hari. Karena itu banyak diantara pengusaha yang membuka pemandiannya selama 24 jam, meski ada juga diantaranya membatasi waktu kunjungan hingga pukul 24.00 Wib.

Pada waktu–waktu tertentu, di lokasi ini ada kegiatan ritual yang acapkali dilakukan masyarakat penganut kepercayaan Kalak Sipemena (animisme-red), seperti erpangir ku lau (mandi ritual dengan air bunga-red). Menurut kepercayaan mereka, hal ini bertujuan untuk membersihkan diri dari roh–roh jahat dan “membuang” kesialan dari tubuh manusia. Mereka menyebut air bunga dengan Lau Pangiren yang terdiri dari jeruk purut, rimo malem(jeruk biasa-red) dan bunga rampai. Sebelumnya, mereka lebih dulu memberikan persembahan seperti sesajen. Hal ini bisa dilihat dengan ditemukannya sumur serta kotak-kotak kecil yang dipakai sebagai tempat pemujaan atau sesajen. Berdasarkan kepercayaan Kalak Sipemena, kawasan inimerupakan salah satu tempat suci dan keramat terbesar bagi penganut aliran kepercayaan orang Karo dan sering dijadikan wisata religi.

Desa Semangat Gunung punya banyak sumber mata air panas yang telah dikelola oleh masyarakat setempat sebagai tempat pemandian umum dan memiliki temperatur antara 27-35 derajat Celsius. Sementara Lau Debuk-debuk terletak di Desa Doulu yang dikelola Pemkab Karo dan memiliki 5 buah kolam dengan temperatur yang sama.

Meski secara geografis berada dalam satu kawasan, namun secara administratif terpisahkan menjadi dua wilayah. Desa Daulu masuk wilayah Kecamatan Dolat Rakyat, sedangkan Desa Semangat Gunung menjadi bagian Kecamatan Merdeka. Batas antar desa adalah garis lurus yang membelah lembah tepat menjadi dua.

Objek Wisata Taman Simalem Resort

Rekomendasi yg tidak rugi untuk dijelajahiSalah satu objek wisata terbaru & termegah di Provinsi Sumatera Utara. Terletak di kawasan Bukit Merek,Sidikalang objek wisata ini menghadirkan pemandangan Danau Toba dari sudut pandang yang sangat luas. Luas areal kawasan wisata ini mencapai 206 ha dgn lebih dr 25 ha telah ditanami tanaman buah jeruk, biwa, markisa, terong belanda, alpukat,dll. Taman Simalem ini dikembangkan oleh PT MEREK INDAH LESTARI(perusahaan yang terkait dgn Hotel Sibayak Berastagi) dan NEXUS INVESTMENT Pte Ltd(perusahaan investasi dr Singapore). Dilengkapi berbagai fasilitas modern dan pilihan rekreasi a.l. wisata alam, agrowisata, lounge-cafe, dan resort/villa yang masih dalam rencana pembangunan sampai thread ini ditulis. Objek wisata akan berprospek tinggi karna didukung fasilitas yg sgt modern dengan objek alam yg spektakuler (Tao Toba sbg danau terbesar di Asia Tenggara & terdalam di dunia serta air terjun kembar & hutan alami). Fasilitas-fasilitas Taman Simalem yg sdh rampung :

  • Pangambatan Valley {pusat pembibitan bunga dan gazebo tepi sungai untuk berpiknik}
  • Biwa,Marquisa & Orange Farm {Kebun buah2 an yang ditanam secara alami}
  • Kodon-kodon Cafe {Gazebo dengan pemandangan Danau Toba yg indah}
  • Toba Cafe {layanan cepat saji dengan pemandangan lapangan golf}
  • Karo Agrotourism Farm {pusat penelitian & pengembangan sayuran, buah dan bunga}
  • Tongging Cafe {sajian makanan ringan}
  • Management Office {kantor pengelola dan pusat informasi}
  • Jungle Track & Camping Ground {hutan belantara, air terjun kembar, tempat perkemahan}
  • Helipad{area parkir helikopter}

Fasilitas-fasilitas yang masih dalam proses pembangunan :

  • Lapangan Golf Gorat Ni Padang {lapangan golf nine-hole ditengah kebun teh & kopi}
  • Merek Funland {area rekreasi dan hiburan keluarga}
  • Pangambatan Zoopark {taman satwa interaktif dan alami}
  • Waterfall Lodge {hunian eksklusif tepi sungai di dalam hutan alami}
  • Tongging Lodge & Convention and Spa {hotel & kos2an dgn fasilitas konvensi}
  • Cable car {transportasi penghubung Taman Simalem ke tepian Danau Toba}
  • One Tree Hill Villa Resort {hunian khusus member}
  • Buddhist Temple {arsitekur vihara Tiongkok Kuno}

Untuk mencapai tmpt tujuan dari Kota Medan selama 2,5 jam perjalanan dgn kendaraan bermotor (Bus, kendaraan pribadi) dan 45 menit dari Berastagi. Alamat :Km 9, Jalan Raya Merek - SidikalangNorth Sumatera – Indonesia.

Objek Wisata Air Terjun Sipiso Piso

Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun tertinggi di antara banyak air terjun di Indonesia, seperti Air Terjun Tinoor di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara atau Grojogan Sewu, di Provinsi Jawa Tengah.

Nama air terjun ini memiliki makna yang khas. Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air-air yang berjatuhan dari bukit berketinggian di atas seratus meter ini diperumpamakan layaknya berbilah-bilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya piso dari Tanah Karo. Kabupaten Karo memiliki objek wisata yang menarik, misalnya gunung berapi, sumber air panas, kawasan pegunungan, danau, air terjun, rumah tradisional, kebudayaan masyarakat lokal, dan lain sebagainya. Desa Tongging yang merupakan lokasi air terjun ini memiliki pemandangan yang indah seperti kawasan wisata di Desa Tao Silalahi yang berada di dekatnya. Sebelum menikmati air terjun dari dekat, pegunjung akan disuguhi pemandangan indah Tanah Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran air terjun Sipiso-piso. Dari puncak bukit yang mengitari Air Terjun Sipiso-piso ini pula dapat disaksikan keindahan lansekap Danau Toba, sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.

Objek Wisata tongging

Mendekati Danau Toba dari Medan wajib mampir di dataran tinggi Tongging. Terletak di sisi ujung utara danau terbesar di Sumatra ini, dari Tongging lah bisa dinikmati panorama danau volkanik nan indah dan mempesona. Tak sulit menemukan jalan ke Tongging. Danau Toba bisa dicapai dari 2 jalan utama, melalui lintas Brastagi dan Kabanjahe atau lintas Pematang Siantar. Entah mengapa jalur yang melewati Pematang Siantar berkondisi awet rusak. Lubang di sini dan mulus di sana pada hari ini akan berubah menjadi lubang di sana dan mulus di sini pada esok harinya.

Pemandangan Danau Toba dari gardu pandang di dataran tinggi Tongging, yang mempesona di pagi hari saat matahari baru saja terbit dan menyiramkan cahaya hangatnya sehingga memperkaya saturasi warna biru langit dan hijau dedaunan. Foto oleh: Kristupa Saragih

Waktu terbaik menyinggahi Tongging adalah pada saat matahari terbit. Pandangan mengarah ke selatan, dan matahari terbit di timur menyiramkan sinarnya dari sisi kiri. Untuk fotografi, pencahayaan samping (side light) ini amat tepat menampilkan dimensi dan warna hangatnya memperkaya saturasi warna biru langit dan hijau dedaunan. Air terjun Sipiso-piso setinggi 120 meter, terlihat dari gardu pandang Tongging, dengan latar belakang Gunung Sipiso-piso (1997 m). Sudah tersedia gardu pandang di tempat terbaik, permanen dan berpagar. Di areal parkir mobil sudah berjejer kios-kios penjual oleh-oleh dan kedai-kedai kopi. Tongging memang sudah jadi obyek wisata andalan sejak lama.

Mencapai Tongging dari Medan memang relatif jauh, apalagi jika ingin merekam matahari terbit. Brastagi adalah tempat yang cocok untuk bermalam, karena waktu tempuh ke Tongging tak sampai sejam lewat Kabanjahe. Di Tongging memang tak tersedia penginapan yang memadai, sementara di Brastagi tersedia banyak pilihan tempat bermalam, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang.

Udara relatif dingin di pagi hari, sekitar 10-15 derajat Celcius. Dan suhu akan semakin menggigit tatkala angin bertiup kencang, seperti yang dialami ketika mengunjungi tempat ini pada hari Kamis (16/7) lalu. Saking kencangnya sampai-sampai tripod yang sudah diperberat bobot kamera pun harus dipegangi agar tak tumbang.

Dari gardu pandang Tongging ini pula pengunjung bisa menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso, yang terkenal itu. Air terjun setinggi sekitar 120 meter ini menjadi salah satu penyuplai air ke Danau Toba. Dari Tongging menatap air terjun dengan pesona keindahan Gunung Sipiso-piso (1997 m) di latar belakang. Gunung yang jadi langganan kebakaran hutan ini sering pula dijadikan tempat tinggal landas kegiatan paralayang untuk mendarat di tepi Danau Toba.

Tak sulit untuk memotret keindahan Danau Toba dari Tongging. Jika cuaca bersahabat dan langit biru, maka sempurnalah pemandangan yang bisa direkam seluas-luasnya dengan lensa lebar (wide). Tapi, memang pada saat matahari terbit, situasi pencahayaan minim dan membutuhkan bantuan tripod agar menjamin gambar tajam alias tidak shake (goyang).

Taman Wisata Alam Sibolangit

Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Berastagi, sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1jam. Sebagai jalur wisata, kondisi jalan sangat mulus sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor roda dua dan empat. Selain dari kendaraan pribadi, hutan Sibolangit ini juga dapat ditempuh melalui pengangkutan umum, baik jurusan (trayek) Medan – Berastagi maupun Medan – Sidikalang.

Taman ini termasuk dalam kawasan Cagar Alam Sibolangit seluas 24,85 ha, berada + 37 km dari Medan kearah Berastagi dan + 57 km dari kota Lubuk Pakam. Terletak di Kabupaten Deli Serdang berdekatan dengan Kabupaten Karo dengan ketinggian 475-525 m di atas permukaan air laut.

Cagar alam ini ada sejak zaman Belanda. Dahulu Kebun Raya Sibolangit. Kebun ini dibuat pada tahun 1914 oleh JA. Lorzing atas prakarsa Dr. JC Koningsberger sebagai cabang Kebun Raya Bogor. Taman hutan wisata sebelumnya adalah kebun botani (tumbuh-tumbuhan) terletak di lereng pegunungan Bukit Barisan antara Sembahe dan lembah sekitarnya. Memiliki udara sejuk dan keistimewaan tersendiri yaitu perpaduan antara cuaca panas dan cuaca dingin. Jalan-jalan kecil antara jalan setapak merupakan lorong-lorong kecil antara pepohonan besar yang sangat menyenangkan di hutan hujan ini cocok untuk tempat pemberhentian sementara bagi turis sebelum melanjutkan perjalanan diantara pohon-pohon pakis raksasa dan pohon-pohon ditutupi lumut.

Para ahli Botani dengan mudah dapat menemukan berbagai hal yang menarik dari tumbuh-tumbuhan langka yang banyak tumbuh di taman ini selain adanya berbagai macam jenis bunga-bunga liar.

Sebelum memasuki Sibolangit, terlebih dahulu melewati kawasan wisata Pemandian Sembahe. Dilokasi ini mengalir air sungai yang mengalir jernih dan sejuk. Pada hari-hari libur tempat ini ramai dikunjungi khususnya oleh wisatawan lokal untuk sekedar mandi-mandi dan bersantai ria.

Melanjutkan perjalanan, pada tanjakan yang terjal, disebelah kanan ruas jalan akan dijumpai sumber air yang telah diusahakan sejak tahun 1959 dan sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Sumber air ini juga sebagai pemasok kebutuhan air bagi kota Medan dan sekitarya. Hal ini menunjukan bahwa pengelolaan hutan Sibolangit yang baik akan memberikan manfaat yang cukup besar khususnya dalam hal pengaturan tata air.

Tidak jauh dari lokasi PDAM Tirtanadi dimaksud, disebelah kiri jalan akan ditemukan papan informasi yang memberikan petunjuk bahwa kita sudah memasuki gerbang kawasan Hutan Sibolangit.

Mengingat Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan juga memberikan kontribusi yang sangat penting bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan (sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi), maka pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagai Cagar Alam Sibolangit (seluas ± 24,85 Ha) dialih fungsikan menjadi kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit.

Secara administratif pemerintahan, kawasan Taman Sibolangit ini terletak di Desa Sibolangit Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara.

Komentar

Lola Nicha mengatakan…
Jd bangga jd org Medan......
Ternyata banyak tempat wisata y bisa dikunjungi.......
Pengen jalan2 lah......
ichan erkate mengatakan…
tnang z ya......
ntar pzti kita jalan2 kok
tetap haruz bangga ya....
Rahmi Zuraida's bLog mengatakan…
wwuuiiddiihhhh...
bagus bener poto-poto na chan..
jujur, amy bLom perna ke tempat" yg di sebutin td..
kasian kali kan..
hhaha

overaLl,
tuLisan na bagus..
:))
Rio Pambudi mengatakan…
hmmm...
mnurut kami kok objek wisatany ga objektif yah..
sebenarnya sdh bgs kalau kelompok anda mengembangkan tempat wisatanya itu menuju tanah karo sana.
kelompok anda sudah menjelaskan tentang gundaling, simalem resort, sibolangit. tapi tiba2 kel. anda menyelipkan tempat wisata di samosir, lebih baik di fokuskan pada tempat wisata di tanah karo

gimana? ^^
Rio Pambudi mengatakan…
menurut kelompok kami, sebenarnya tempat wisata yang anda buat sudah cukup menarik dengan menjelaskan tempat wisata di tanah karo, tapi mengapa anda menyelipkan 1 tempat wisata di samosir yang jaraknya sudah berbeda.

jadi tidak objektif.

gimana? ^^
Lola Nicha mengatakan…
Smoga beneran jadi......
Amin.......

MUPW jd mata kuliah favorit nih......
:)
ichan erkate mengatakan…
@kelompok 4 : Maaf ya, ntar kami edit ulang untuk menunjang yang lebih baik

@rahmi ; Tq ya tas masukkan nya....

ntar ikut ya perjalanan wisata kami ya tpi bayarnya 2 kalipatannya

@lola : harus jadi dunkz perjalanannya