Pelaut Filipina Mengulang Kejayaan Nenek Moyang


Manila: Para pelaut Filipina meluncurkan replika kapal kuno yang digunakan masyarakat Filipina 1.700 tahun lampau bernama Balangay di pantai Manila, Sabtu (27/6) waktu setempat. Replika ini dijadwalkan berlayar menuju Benua Asia dan Afrika dalam rangka mengenalkan kebudayaan Filipina kepada dunia.

Replika Balangay itu dibuat oleh 44 pelaut sekaligus pembuat perahu asal Badjao, Tawi-Tawi, Filipina, dengan menggunakan keahlian tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sesepuh suku pelaut Badjao, Jubail Muyong mengatakan, dirinya dan sembilan rekan terbang ke Manila untuk merakit kapal berukuran 15 meter (50 kaki) tersebut. Muyong menambahkan, tidak satu pun paku digunakan dalam konstruksi Balangay.

Ketua ekspedisi Balangay, Art Valdes mengungkapkan kapal ini adalah simbol kejayaan Filipina. "Selama lebih dari 1.000 tahun silam, ini adalah pertama kalinya kapal seperti ini muncul kembali di perairan, dibuat oleh masyarakat Filipina. Kapal ini bak kapsul waktu yang menceritakan kejayaan masa lalu," ucap Valdes.

Tim ekspedisi rencananya bertolak dari Manila pada pertengahan Juli mendatang, sesudah menjalani pelatihan di Sangley Point. Balangay akan mencapai 75 pelabuhan mulai dari wilayah utara hingga selatan Filipina dalam tujuh setengah bulan perjalanan, jarak yang ditempuh sekitar 2.000 mil laut (3.900 kilometer). Dari Filipina, kapal tersebut akan berlayar menuju sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Bila memungkinkan menuju Madagaskar dan perairan tenggara Afrika.

Selain sebagai ajang pengenalan budaya Filipina, tim ekspedisi Balangay mempunyai sejumlah misi kemanusiaan. Staf kesehatan ekspedisi, Dr. Ted Esguerra mengatakan akan mengajarkan beberapa kiat persiapan bencana, perlindungan habitat koral, dan peran tanaman bakau kepada sejumlah komunitas masyarakat pesisir pantai.(ANS/MSNBC)

Komentar