"Kilometer Nol koma Nol"


Ringan dan cerdas adalah ungkapan yang tepat untuk menilai buku yang berjudul "Dari Kilometer 0,0". Bermula dari permintaan Harian Jurnal Nasional, Andi Alfian Mallarangeng tidak segan-segan mengeluarkan laptopnya untuk bercerita tentang keseharian Presiden. Di sela-sela kesibukannya sebagai Juru Bicara (Jubir) Presiden SBY, Andi menyempatkan diri untuk menulis beberapa kolom dengan topik yang variatif, tentunya sesuai dengan jadwal tugas kepresidenan.

Buku yang diterbitkan Oktober 2007 ini bercerita banyak hal. Setelah membaca, sangat menarik dan relevan, dimana banyak sekali masyarakat yang tidak tahu tentang kegiatan Presiden selama mengemban tugas negara. Kolom-kolom yang disusun ini dibuat se-sistematis, diurai dari jadwal demi jadwal yang mengharuskan Andi mengikuti rombongan Presiden SBY kemanapun pergi.

Secara kronologis, buku ini menceritakan kegiatan Presiden dari minggu ke minggu, bulan ke bulan hingga tahun ke tahun. Masyarakat bisa mengenal sosok Presiden lebih dalam tentang apa saja yang dilakukannya dalam mengemban tugas Negara dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Dalam peluncuran pertamanya, sudah banyak pihak yang membedah buku ini di beberapa kota besar di Indonesia. Baik di Jakarta, Makassar dan Malili yang menyedot lebih dari 500 pengunjung. Hal ini mengindikasikan kalau buku yang dikemas dengan apik ini mendapat sambutan baik oleh masyarakat pada umumnya. Cuplikan menarik dari buku ini antara lain:

Panen Ubi di Yakuhimo
Desa yang teletak di Papua itu sangat terisolasi dari dunia luar. Fasilitas kesehatan, pendidikan dan infrastruktur masih minim. Tidak heran bila awal 2008 desa tertinggal itu pernah di dera kelaparan. Kedatangan Presiden tidak dengan rombongan, tapi dengan relawan termasuk dokter, penyuluh pertanian, teknisi listrik tenaga surya dan mikrohidro, batalyon zeni TNI AD, unit-unit komunikasi radio dan sebagainya. Maka masyarakat Yahukimo bisa melihat masa depan yang lebih cerah. Keinginan Presiden untuk tinggal lebih lama tidak bisa terlaksana pengaruh cuaca yang labil mempengaruhi keinginan Presiden. Namun setelah helikopter membawa Presiden, terlihat warga sekitar menari dan melambaikan tangan, bukannya selamat tinggal yang keluar dari warga, namun mereka justru mengucapkan "Selamat Pagi, Yahukimo".

Ulang Tahun Presiden SBY
Kalau menilik ke mancanegara, ada beberapa Raja atau Presiden yang ber ulang tahun dan dirayakan semewah mungkin dengan pesta dan beberapa hiburan lainnya untuk menjamu para tamu yang datang. Hal itu adalah lumrah, karena yang merayakan hari ulang tahunnya adalah seorang kepala negara, bahkan bisa semewah dengan ulang tahun negaranya itu sendiri.

Namun hal itu tidak berlaku pada Presiden SBY. Di hari ulang tahunnya yang ke-57 justru Presiden sedang menjalankan tugas negara ke Finlandia untuk memimpin delegasi ASEAN dalam pertemuan Uni Eropa. Dengan sikap rendah hati, Presiden hanya ingin di doakan agar tetap sehat, kuat dan tabah, sehingga bisa menjalankan amanah dengan baik, membawa negeri dan rakyat Indonesia menjadi lebih aman, adil, sejahtera dan demokratis. Selamat Ulang Tahun Pemimpinku, Pak SBY.
Home » Referensi

Komentar