Eksplorasi Gajah Purba Diperluas ke Sulsel dan NTT



KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI
Fosil gading gajah purba (Stegodon elephas) yang kini ditempatkan di Museum Mahameru, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, retak dan pecah, Senin (12/1). Kerusakan itu terjadi pada saat pemindahan fosil dari Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, ke museum.
/
Artikel Terkait:

* "Surga Fosil" di Blora Selatan Dijaga Ketat
* Ditemukan, Fosil Daun Purba di Blora Selatan
* Tim Vertebrata Bandung Temukan Fosil Gajah Purba
* Fosil Gading Gajah Purba Retak dan Pecah
* Fosil Gajah Purba di Klapanunggal

Sabtu, 11 April 2009 | 07:17 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Setelah menemukan fosil gajah purba Elephas hysundrindicus di Blora, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung berniat mengeksplorasi kawasan aliran Sungai Walane Purba di Sulawesi Selatan dan Goa di daerah Betun, Atambua, Nusa Tenggara Timur. Tujuannya, melihat migrasi gajah purba di Indonesia serta kemungkinan jejak manusia purbanya.

Demikian dikatakan anggota Tim Vertebrata Museum Geologi, Iwan Kurniawan, di sela-sela proses pemindahan fosil Elephas hysundrindicus di dalam Museum Geologi, Bandung, Rabu (8/4). Sungai Walane, dikatakan Iwan, merupakan daerah berpotensi ditemukannya fosil gajah purba.

Alasannya, di tempat serupa pernah ditemukan gajah purba Elephas celebensis. Keduanya berasal dari zaman Plistosen 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Eksplorasi akan dilakukan pada Juli 2009.

Selain itu, pencarian fosil juga akan dilakukan di NTT. Di NTT sebelumnya juga ditemukan fosil gajah purba Stegodon floresiensis di Tangitulo dan Stegodon sondaari di Tangitulo. Keduanya juga berasal dari zaman Plistosen. Di NTT juga pernah ditemukan fosil manusia purba Homo floresiensis. Rencananya, eksplorasi akan dilakukan sekitar Oktober 2009.

Komentar