Buntut Demo Protap; Kopertis dan Aptisi Sumut Desak Polisi Tangkap Oknum Mahasiswa yang Bertindak Anarkis

Medan, (Analisa)

Buntut demo pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) yang berakhir anarkis dan menyebab meninggalnya Ketua DPRD Sumut, H Abdul Aziz Angkat MSP mendapat tanggapan serius dari dua lembaga pendidikan perguruan tinggi, Kopertis dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (APTISI) Wilayah I A, Sumut-NAD.

Koordinator Kopertis Wilayah I A Sumut-NAD, Prof Ir Zainuddin MPd menyatakan aksi demo pemekaran Protap yang di dalamnya ikut mahasiswa berakhir anarkis dan kasus ini sudah ditangani pihak keamanan. Kopertis sebagai lembaga yang mengayomi perguruan tinggi meminta kepada pihak keamanan agar mempersilahkan mengusut tindak kriminal karena di mata hukum semua sama. “Jadi, tidak ada keistimewaan mahasiswa di mata hukum, jika memang berlaku anarkis kepolisian hendaknya juga menangkap mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut,” kata Zainuddin ketika dihubungi melalui telepon selular, Kamis (5/2).

Kopertis dalam kasus ini, katanya akan melakukan koordinasi dengan universitas asal mahasiswa tersebut seperti menanyakan apakah dalam aksi tersebut diberi izin atau tidak. Jika memang tidak diberi izin seharusnya ada tindakan tegas dari rektorat,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini aksi demonstrasi mahasiswa boleh-boleh dan diatur dalam undang-undang. Namun, jika berlaku anarkis seperti yang terjadi di DPRD Sumut dengan mengejar, memukul dan menyeret hendaknya diusut hingga tuntas agar ada efek jera terhadap mahasiswa lain.

Zainuddin mengimbau, seluruh PTS di wilayah Kopertis agar mampu mengendalikan mahasiswa sehingga tidak berlaku anarkis dalam aksi demonstrasi. “Saya juga akan usulkan agar mata pelajaran terkait menghormati hak-hak orang lain dan prilaku akan lebih ditingkatkan. Nanti kita lakukan pertemuan dengan perguruan tinggi,”katanya.

Prihatin

Sikap prihatin juga disampaikan Ketua APTISI Wilayah A Sumut-NAD, H Bahdin Nur Tanjung SE MM. Menurutnya, apa yang terjadi di Sumatera Utara terkait demo berakhir ricuh dan mengakibatkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut menjadi pelajaran berharga. “Apa yang dipertontonkan dalam aksi sungguh sangat menyedihkan apalagi yang melakukan mahasiswa. Gambaran ini menunjukkan bagaimana asli alam kampus tempat belajar mereka belajar,” katanya.

Selanjutnya, Bahdin meminta agar petugas kepolisian bertindak tegas dan menangkap oknum-oknum mahasiswa tersebut sehingga ada efek jera. Selain itu, dia juga meminta kepada Kopertis bertindak tegas. “Jika memang aksi tersebut diawali dengan rapat di sebuah perguruan tinggi ini sungguh memalukan. Kita akan usut tuntas dengan membentuk tim terkait keterlibatan mahasiswa,” kata Bahdin.

APTISI, lanjutnya melihat secara objektif dan terus mengamati kinerja kepolisan serta akan memberikan masukan kepada aparat agar persoalan ini diselesai secara tuntas dan menjadi pelajaran yang pertama dan terakhir. (maf)

Komentar