Bayi Berkepala Dua Meninggal

Jumat, 6 Februari 2009 | 11:06 WIB
MEDAN, JUMAT — Bayi berkepala dua bernama Marwati Satu dan Marwati Dua akhirnya bertahan selama 13 hari. Fungsi jantung bayi tidak berjalan yang menyebabkan mampetnya sirkulasi darah. Hal ini kemudian mengganggu fungsi pernapasan bayi.

Kondisi ini menyulitkan tim dokter untuk memberi pertolongan. Akhirnya bayi meninggal dunia Kamis (5/2) pukul 21.15 di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Adam Malik, tutur Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan Azwan Lubis, Jumat (6/2) di Medan.

Azwan mengatakan, pihak keluarga langsung meminta jenazah dikirim ke rumahnya di Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Seluruh biaya pengobatan, tuturnya, ditanggung oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I karena ayah bayi, Sugiono (36), merupakan karyawan perusahaan ini.

Sebelumnya, RSUP Adam Malik membentuk tim khusus untuk menangani bayi berkepala dua ini yang diketuai oleh Prof Dr Munar Lubis. Bayi tersebut lahir dari pasangan Marwati (30) dan Sugiono. Marwati Satu dan Dua lahir di Langsa, 25 Januari.

Bayi itu lahir dengan kepala dua, berbadan satu, tangan dua, kaki dua, anus satu, tulang belakang dua, dan kelamin perempuan satu. Bayi ini mempunyai kelainan berupa posisi jantung yang berdempetan.


Andy Riza Hidayat

Komentar